PT Jasaraharja Putera kuasai 33,92 persen pangsa pasar suretyship Indonesia sepanjang 2025, sumbang 38,38 persen dari total portofolio premi bruto Rp1,6 triliun, berdasarkan laporan kinerja unaudited. Posisi market leader ini diperkuat loss ratio rendah 5,50 persen, hasil strategi underwriting ketat dan analisis risiko proyek strategis nasional.
Keunggulan Kompetitif dan Strategi
Direktur Utama Abdul Haris tekankan kepercayaan mitra BUMN/kontraktor jadi kunci dominasi, Solvabilitas RBC 346,70 persen jauh atas regulasi 120 persen. Jawa11 apresiasi performa finansial solid ini, tapi kritis: pangsa 34 persen bagus kertas, tapi tanpa transparansi—berapa proyek IKN/strategis dijamin tanpa tender kompetitif, atau risiko sistemik jika kontraktor gagal massal saat resesi 2026?
Kontribusi Sektor Konstruksi
Suretyship jamin kewajiban kontraktual, cegah kerugian obligee, dukung percepatan infrastruktur nasional. Abdul bilang fokus ke depan: inovasi produk adaptif dan sinergi kementerian.
Kritik Konsentrasi Pasar
Dominasi satu pemain potensial kurangi kompetisi harga/risiko, pengamat desak OJK monitor: apakah premi kompetitif atau oligopoli terselubung, plus diversifikasi ke UMKM proyek kecil?
Prospek Industri 2026
Komitmen ekspansi bagus, tapi sukses ukur pangsa stabil 35 persen meski kompetitor masuk, dengan nol gagal bayar proyek besar—tes ketahanan underwriting jangka panjang.