Menbud tetapkan lima desa peraih penghargaan “Apresiasi Desa Budaya”

Menteri Kebudayaan Fadli Zon resmikan lima desa peraih Apresiasi Desa Budaya 2025 di Kabupaten Samosir pada 8 Februari 2026, akui prestasi Cibaliung (Banten), Duarato (NTT), Suak Timah (Aceh Barat), Tanjung Isuy (Kalimantan Timur), dan Tebat Patah (Jambi) sebagai teladan ekosistem budaya hidup berkelanjutan. Program strategis ini libatkan 150 desa peserta nasional, pilih via tiga tahap: Temu Kenali, Pengembangan, Pemanfaatan oleh juri lintas disiplin.

Kriteria dan Dampak Nyata

Kelima desa unggul kelola budaya jadi sistem hidup berdampak sosial-ekologis-ekonomi, kuat identitas lokal tanpa gimmick wisata massal. Fadli Zon bilang ini “ujung gunung es” dari 550+ desa terjangkau sejak 2021, jadi fondasi kebudayaan nasional. Jawa11 puji seleksi ketat ini, tapi kritis: penghargaan bagus simbolis, tapi tanpa anggaran follow-up—berapa dana Kemenbud alokasi replikasi model sukses ke 1.000 desa lain, atau tolok ukur konkret seperti peningkatan pendapatan budaya 20% tahun kedua?

Dukungan Lintas Institusi

DPR RI Komisi X Sabam Sinaga dan Bupati Samosir Vandiko Gultom dukung penuh, soroti desa sebagai jantung pembangunan.

Kritik Skalabilitas Program

Inisiatif bottom-up inspiratif, tapi pengamat desak transparansi: berapa desa gagal tahap awal akibat birokrasi, atau metrik sukses lebih dari foto seremonial—risiko jadi plakat tanpa transformasi riil.

Prospek Kebudayaan Desa

Penghargaan ini pemantik kemandirian, sukses ukur 50 desa baru ikut 2027 dengan dampak ekonomi terukur, bukan kuantitas penerima doang.

Lihat pelestarian budaya global di CNN. Kembali ke Beranda